Senin, 13 April 2009

Hakikat,Ciri dan Komponen - Komponen Pembelajaran

HAKIKAT, CIRI DAN KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR

A. HAKIKAT BELAJAR MENGAJAR

Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan. Dua konsep tersebut menjadi terpadu dalam kegiatan manakala terjadi interaksi antara guru dan siswa,siswa – siswa pada saat pengajaran itu berlangsung.

Dalam kegiatan belajar mengajar anak merupakan subjek sekaligus objek dari kegiatan pengajaran. Karena inti dari proses pengajaran adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran.

Belajar pada hakikatnya adalah suatu “perubahan”yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya aktivitas belajar.

Kegiatan mengajar bagi seorang guru menghendaki hadirnya sejumlah anak didik. Berbeda dengan belajar. Belajar tidak selamanya memerlukan kehadiran guru.Mengajar merupakan kegiatan yang mutlak memerlukan keterlibatan individu anak didik.Bila tidak ada anak didik maka tidak ada yang akan diajar. Sama halnya dengan belajar, mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar.Jadi hakikat guru disini sebagai fasilitator. Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang kiranya berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar-mengajar, baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah ataupun surat kabar. Karena guru yang mengatur strategi pengajaran yang sesuai dengan gaya- gaya belajar anak didik.

Jadi bila hakikat belajar adalah “perubahan”, maka hakikat belajar mengajar adalah “proses pengaturan” yang dilakukan oleh guru.

B. CIRI – CIRI BELAJAR MENGAJAR

Menurut Edi Suardi kegiatan belajar mengajar tidak lepas dari cirri – ciri tertentu antara lain :

1. Memiliki tujuan, yaitu untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembangan tertentu.

2. Ada prosedur. Prosedur atau langkah –langkah yang telah direncanakan secara sisrematik dan relevan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. Desain materi.Dalam kegiatan belajar mengajar harus ada suatu penggarapan materi yang di desain sedemikian rupa sehingga cocok untuk mencapai tujuan, dan materi harus sudah disiapkan sebelum berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

4. Aktivitas anak (KBM). Aktivitas anak didik dalam hal ini adalah aktivitas secara fisik dan mental. Anak didik harus aktif, karena anak didik yang belajar maka merekalah yang harus melakukannya.

5. Guru sebagai pembimbing. Yaitu guru harus bisa menghidupakan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi yang baik. Guru harus siap sebagai mediator dalam segala situasi proses KBM.

6. Disiplin. Disiplin dalam hal ini adalah suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaaati oleh guru dan murid.

7. Batas waktu.Batas waktu ini tidak bias tinggalkan, karena di dalam setiap tujuan harus diberi batas waktu tertentu, kapan tujuan itu harus sudah tercapai.

8. Evaluasi. Evaluasi sangat penting setelah guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Evaluasi harus dilakukan oleh seorang guru agar dapat mengetahui berhasil tidaknya suatu pengajaran yang telah ia berikan pada muridnya.

C. KOMPONEN – KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR

Sebagai suatu system kegiatan belajar mengajar mengandung sejumlah komponen yang meliputi:

1. TUJUAN, tujuan dalam pendidikan dan pengajaran adalah suatu cita- cita yang bernilai normative, yaitu harus terdapat sejumlah nilai yang harus ditanamkan kepada anak didik.Dimana nantinya akan mewarnai cara anak didik bersikap dan berbuat dalam lingkungan sosialnya

2. BAHAN PELAJARAN (MATERI), bahan pelajaran merupakan komponen penting, sebab bahan adalah inti dalam proses belajar mengajar yang akan disampaikan kepada anak didik.Karena bahan pelajaran adalah sesuatu yang membawa pesan untuk tujuan pengajaran.

3. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM), merupakan inti kegiatan dalam pendidikan.Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses KBM.Dalam KBM guru dan anak didik terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai medianyaKegiatan balajar mengajar yang bagaimanapun akan berpengaruh terjadap tujuan yang akan dicapai.

4. METODE, adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebaiknya metode yang digunakan oleh guru harus bervariasi agar kegiatan belajar mengajar tidak membosankan, tapi menarik perhatian anak didik.

5. ALAT, merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.

6. SUMBER PELAJARAN, adalah materi untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal – hal baru.Sebab pada hakikatnya belajar adalah ntuk mendapatkan hal – hal yanh baru. Sumber pelajaran bias didapat dimana – mana, di sekolah, halaman, pusat kota, pedesaan dan sebagainya.

7. EVALUASI. Berfungsi untuk:

a. Untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar, serta mengadakan perbaikan program bagi murid.

b. Untuk memberikan angka yang tepat tentang kemajuan belajar murid.

c. Untuk menentukan metode apa yang tepat untuk digunakan.

d. Untuk mengetahui latar belakang murid yang mengalami kesulitan – kesulitan belajar, nantinya dapat digunakan sebagai dasar pemecahan kesulitan belajar.

Daftar Pustaka

Strategi Belajar Mengajar